His Hero is Demon

Making Horror A Cheesy Catchphrase Since…Just Now

5 MANLIEST VIDEO-GAMES THAT DEFINE TOTAL MANLINESS

4 Comments

b51dbc0d7a673d7bf4f37b1dbc2653a4

“Testosteore advisory, explicit manliness”

Dalam video-game, kita akan selalu terlibat dalam petualangan-petualangan yg mustahil serta penuh kekekarasan. Namun jika ingin mendefinisikan level manly kejantanan sesuatu, sesuatu itu harus memiliki nilai lebih dari sekedar penuh kekerasan aja. Itu harus punya kombinasi magis dari berani, idiotik, dan penuh kekerasan. Menembak zombie saja tidaklah cukup, kamu harus melakukannya telanjang dada, pake flame-thrower, sambil menghisap lima batang rokok sementara solo gitar heavy metal melengking sebagai latar belakang. Jangan pernah lupa bahwa esensi dasar dari kejantanan manliness murni adalah ‘glorious stupidity’ , dan semua protagonis video-game harus selamanya mengikuti peraturan tak tertulis penuh kejantanan tersebut.

Tentunya, tidak semua kejantanan itu setara. Sebagian video-game hanya menempelkan imej artifisial definisi majalah cosmopolitan dari “manly” . Game-game tersebut mungkin sekilas terlihat jantan, tapi sama sekali tidak memahami esensi asli dari manliness nan sesungguhnya. Sementara mayoritas lainnya sebenarnya feminim, tapi berusaha menutupi itu dengan ilusi levelling-up, baju zirah dan pedang. Namun, janganlah berputus asa saudara-saudaraku nan jantan, karena ada game-game yg sedemikian eksplisit dalam hal ke-manliness-an, menkonsumsinya akan menumbuhkan lebih banyak rambut fasial pada wajah kalian daripada Wak Doyok, bahkan jika kalian perempuan.

Berikut adalah kelima game tersebut.

 

 

#5

E8BF6749-EA69-A7B0-5285842D0BF30B91

Developer: Data East USA

Publisher: Data East

Release Year: 1989

 

THE MANLY PLOT

Bad Dudes vs Dragon Ninja datang dari akhir dekade 80-an, sebuah masa dimana video-game memiliki judul menakjubkan, protagonis dengan potongan rambut manly, serta cerita singkat nan ditulis dengan tingkat kemalasan lebih tinggi daripada keinginan game-desainer untuk membuat baju berlengan bagi jagoannya.

Nah, setelah itu dijelaskan, berikut ini adalah plot jantan maksimal Bad Dudes dalam segala kemegahan satu screen-nya nan legendaris:

BD-plot

Udah, itu doang. Apapun selain itu yg bisa secara sangat longgar terkualifikasi sebagai “eksposisi” serta “plot-development” nampak sangat mirip dengan nonjokin muka Ninja sampe mampus. Data East USA benar-benar tau bagaimana caranya membakar testosterone semua anak laki-laki di era 80-an:

 1. Sebut mereka “dudes”

lalu…

2.  Suruh mereka nonjokin Ninja (sampe mampus)

Dan sejujurnya, apa yg kita butuhkan lebih dari itu? Semuanya sudah lengkap; plot serta antagonis terdeskripsi secara detil dalam satu kalimat. Kenapa game modern tidak bisa lagi melakukan hal semudah ini? Video-game modern kaya yg dibuat khusus untuk konsumsi pussies, karena gamer modern memang semuanya pussies. Jika Bad Dudes vs Dragon Ninja merupakan salah satu game tipikal era “next gen”generik, maka plotnya akan keliatan seperti ini:

BD-plot-2

 

THE MANLY GAMEPLAY

Sebagai salah satu dari “dude” nan “bad”, kita menghabiskan seluruh waktu di game ini mencari wajah untuk meletakan bogem mentah kita dan – jika menemukannya – segera meletakannya di situ sekeras mungkin. Ini termasuk orang kerdil, wanita (di era 80-an, istilah “politically correct” tuh belum diciptakan), juga anjing-anjing liar. “HEY, LALU MANA NINJANYA???!!!!” teriak kalian. Tenang, tenang, ada banyak Ninja di sini. Bad Dudes vs Dragon Ninja mengambil setting pada sebuah masa dimana Amerika Serikat sedang mengalami surplus Ninja dan krisis warga negara dengan sense-fashion yg tidak menkhawatirkan. Toh itu masuk akal, action-hero dengan fashion-sense merupakan trik industri gaming untuk membuat pria secara tak sadar bermain boneka dressed-up dalam game action. Blade dan Striker (Bad Dudes kita disini) adalah apa yg akan dibuat seorang wanita ahli rekayasa genetis jika doi ditugaskan membuat tukang pukul sempurna ketika horny. Desain karakter mereka dicuri dari buku sketsa pribadi Hitler ketika dia menggambarkan hal yg paling die takuti.

BD-character

Anatomi tubuh mereka seluruhnya terbuat dari kepingan blok LEGO

Dalam Bad Dudes, Ninja tersedia dalam berbagai jenis variasi warna-warna cerah kaya casing smartphone personel Girls Generation. Mereka juga menyerang bergerombol di siang bolong, karena merubah latar dari “terang” ke “gelap” pada engine grafis 64-BIT membutuhkan 10 jam perkerjaan ekstra. Ninja-Ninja itu akan secara konstan menyerang dari berbagai penjuru, dengan beragam tipe senjata seperti pisau dan nunchaku, sementara kita menghajarnya menggunakan ilmu beladiri dari penggunaan manly kedua lengan dan kaki. Memukul serta menendang Ninja dengan ke-manliness-an sedemikian mematikan sampai-sampai lawan terpaksa mulai menggunakan taktik-taktik bertempur putus asa, seperti melempar Ninja star lalu kabur layaknya pengecut, ataupun berusaha menubruk kita setelah membakar dirinya sendiri.

 photo BD-fire-ninja_zpscnfmxnul.gif

Gue ngga tau mana yg lebih menyedihkan: bahwa ada orang yg merasa itu adalah sebuah bentuk serangan kredibel, atau fakta bahwa itu tidak memilki pengaruh apapun kepada lawan

Sebagai side-scroller beat-em-up sederhana, Data East USA cukup berdedikasi menyediakan setting-setting jantan bagi pemain untuk secara eksplisit menunjukan kejantanannya. Kita bisa bertarung di jalan, atau pada platform-platform pararel sedikit di atas jalan. Platform tersebut memiliki bentuk berbeda pada tiap level. Kadang itu tebing, gerbong kereta bergerak, juga atap truk gandeng yg ngebut di jalan raya. Semuanya tempat terburuk untuk terlibat pertarungan fisik dengan segerombolan Ninja. Tapi ngga apa-apa, karena kejantanan dewata Striker dan Blade membuat mereka memiliki cukup tenaga manly untuk memukul rubuh setiap Ninja hanya dengan satu hantaman. Sepanjang game, kedua protagonis kita ini akan membunuh lebih banyak Ninja daripada era restorasi Meiji. Satu-satunya yg bisa membuat segini banyak manusia bertopeng terlentang dengan sedemikian regulernya cuma raja minyak Arab dengan 250 selir dan 12 istri.

 photo giphy_zpskerxflyb.gif

Ini adalah bagaimana masyarakat Mesir Kuno mendeskripsikan “kekerasan domestik” menggunakan tulisan hieroglyph

 

AWESOME MOMENT OF TOTAL MANLINESS

Pada level pamungkas game ini, kita akan berhadapan langsung dengan karakter titular Dragon Ninja, yg, sayangnya, ternyata bukanlah naga ataupun ninja, melainkan seorang pemain drama Kabuki. Sejujurnya, itu sedikit menurunkan kadar kejantanan game ini, serius, pria mana yg ngerasa jantan mukulin seorang pria yg mukanya kerendem di balik lebih banyak lapisan make-up daripada kertas kosong alas karya Andy Warhol? Itu sama sekali ngga manly. Jika memukul pria ber-make up itu manly, gue yakin Marilyn Manson udah jadi sansak hidup berjalan sejak delapan taun lalu.

BD-flex

Dalam Bad Dudes, “tata rias” tuh terbatas pada menaruh warna kelam di wajah lawan menggunakan hukum fisika dari gabungan “kecepatan”, “hukum massa”, dengan “benturan”

Namun, segala keminiman kromosom Y tersebut kemudian dibayar tuntas para developernya dengan memindahkan setting boss fight terakhir ke kaki helikopter yg sedang mengudara. Ngga tau ya, tapi gue ngga bisa memikirkan aktifitas apapun (akrobat, berburu, menulis indah) yg ngga keliatan badass jika dilakukan di kaki helikopter yg sedang mengudara. Apalagi kalo aktifitas tersebut adalah duel mano Y mano, yg, terimakasih pada keprimitifan mekanisne perkelahian Nintendo 64, berarti “menunduk sambil menghantam satu titik tubuh rapuh lawan berulang-ulang”. Itu benar-benar sebuah pemandangan ajaib: seorang dude (lebih tepatnya; BAD dude) pake sweatpant ama wifebeater melakukan aksi kekerasan repetitif ke selangkangan pemain drama Kabuki di kaki helikopter ketika itu terbang melintasi kota. Jika adegan tersebut terjadi pada taun 2012, itu bakal dapet lebih banyak view YouTube daripada video Gangnam Style.

BD-boss

Yg paling mengejutkan dari adegan ini adalah kita tidak melihatnya dalam ketiga trilogi Die Hard

 

 

#4

SR 0

Developer: Volition

Publisher: THQ

Release Year: 2011

 

THE MANLY PLOT

The Third Street Saints adalah hal terbesar produksi Stillwater semenjak Saints Row 2. Sayangnya, setelah sebuah aksi perampokan yg gagal dan satu set-piece udara menakjubkan kemudian, geng favorit kita ini terbuang ke kota Steelport, dimana mereka harus membangun ulang kerajaan kriminilnya dari 0. Semuanya sementara terlibat perang perebutan wilayah sengit dengan tiga geng rival: The Syndicate, The Luchadores, serta The Deckers, karena geng di Steelport memilih namanya menggunakan app canggih bernama “Shitty Garage Band Name Generator”.

Baiklah, plot Saints Row: The Third memang tidak terlalu mengesankan, tapi sejak kapan orang menilai satu video-game berdasarkan ceritanya? Video-game hanya punya manfaat jika orang menikmati apa yg harus dilakukan di dalamnya. Seseorang bisa membuat game dengan cerita terbaik sepanjang sejarah peradaban umat manusia, tapi jika tidak ada aktifitas yg bisa dilakukan di situ selain membacanya, maka itu disebutnya LiveJournal, bukan video-game.

 

THE MANLY GAMEPLAY

Secara teknis, Saints Row: The Third adalah game sandbox, jadi seorang pemain bisa praktis melakukan apapun yg ingin die lakukan. Secara praktik, itu adalah engine grafis dengan kemungkinan tak terbatas dari komedi tak terencana. Semua penjalan kaki yg kita serang atau perempatan yg kita gunakan sebagai lantai studio truck-ballet sporadis akan memicu sejumlah kejadian menggelikan, biasanya berakhir dengan kematian massal yg berhubungan dengan tank.

SR-6

“ACHIEVEMENT UNLOCK: You’re legally a psychopath”

Penduduk Steelport eksis semata-mata untuk menambahkan teriakan kepada semua ledakan yg kita arsiteki. Hidup mereka tuh sedemikian pointless, satu-satunya yg bisa mereka omongin di akhirat adalah cara-cara konyol yg kita lakuin untuk ngirim mereka ke sana. Gue bukan ahli theologi, tapi gue cukup yakin Donkey Kong harus membuat satu tempat khusus di surga video-game buat semua korban yg jatuh gara-gara gue iseng ngebut di trotoar. Gue membunuh dengan sangat rutin dan dengan cara-cara sangat bodoh sampai gue yakin pengacara terburuk di muka bumi ini pun masih bisa meyakinkan hakim kalo gue tuh terlalu terbelakang mental buat dijatuhi hukuman mati.

SR-2

Pledo tunggal gue adalah “mukulin orang sampe mati pake benda ini tuh luar biasa adiktif”

“Lalu?” potong kalian, “apa istimewanya ini? Semua hal yg lo deskripsikan itu bisa dilakukan di GTA V!”

Ok, pertama, memotong orang waktu die belum selesai bicara itu kasar. Kedua, game open-world tidak memilki replay value tinggi jika itu 100% bebas (No Man’s Sky, anyone?), harus tetap ada misi-misi yg –meskipun bersifat opsional- mengikat pemain untuk meneruskan sebuah game selama lebih dari tiga jam. Dan waktu Rockstar sibuk membuat misi-misi GTA jadi hal paling boring yg bisa dilakukan seseorang dengan menggunakan alat teknologi digital di luar kalkulator, Volition sekedar mencuri ide tersebut lalu berpikir “hey, itu ide bagus, gimana kalo kita buat itu jadi menyenangkan?”  Thus, lahirlah legenda manliness yg disebut Saints Row: The Third.

SR-1

Pada suatu ketika di jaman dahulu kala, hiduplah sebuah video-game yg mengijinkan pemain membunuh lawan dengan membuatnya jadi makanan hiu raksasa yg tiba-tiba muncul dari tanah

Saints Row: The Third mengambil ide terbaik dari franchise GTA (konsep open-world, pembunuhan non-stop), dengan menghilangkan hal-hal yg tak perlu dari GTA V (segalanya). GTA V berisi beberapa aktifitas menarik terkubur di belakang ribuan sampah membosankan, yg merupakan ekuivalen gaming dari menemukan beberapa pasang payudara dalam satu ruangan penuh bangkai binatang. Saints Row 3 jelas-jelas menyodorkan manliness begitu pemain menekan start. Misi pengenalan di sini melibatkan kita bergelantungan di bawah brankas curian yg diangkut helikopter sambil menghabisi lusinan tim SWAT dengan satu tangan. Ngga terlalu banyak hal yg bisa lebih manly dari itu, tapi tak berarti Saints Row 3 berhenti mencoba. Berikut ini adalah sebagian aktifitas idiotik nan awesome yg harus dilakukan untuk mengambil alih Steelport:

    • Mencuri nuklir dari gudang militer
    • Terjun payung ke atap penthouse markas geng lawan, lalu membunuh semua isinya
    • Menembaki mobil dengan peluncur roket dari helicopter
    • Berpartisipasi dalam game-show dimana kita membunuh semua orang di dalamnya
    • Menghancurkan satu ruas jalan dengan tank
    • Mengemudikan kendaraan bersama seekor singa
    • Membunuh gerombolan Luchador dengan gergaji mesin, lalu…
    • Berpartisipasi dalam pertandingan wrestling bernama “Murderbrawl”
    • Mengambil alih paksa sebuah rumah bordil BDSM dalam keadaan mabuk
    • Menghentikan zombie apokalips
SR-4

– Terlibat perbincangan dengan seorang pimp yg hanya berbicara dengan suara auto-tune

Memang sih, gue bukan salah satu orang yg makan satu meja bareng Odin di Valhalla, jadi ngga punya hak VETO untuk menentukan sesuatu sebagai definisi absolut manliness, tapi gue yakin rantai sekuen event-event di atas membutuhkan, setidaknya, kejantanan skala seorang makhluk pra-sejarah pemburu dinosaurus. Bagaimana mungkin petualangan yg dibuka dengan bergelantungan satu tangan di bawah helikopter lalu ditutup dalam adegan B-movie sci-fi parodi Mars Attacks tidak terkategori sebagai “jantan”? Terakhir kalinya ada rentetan kejadian se-manly itu terjadi secara beruntun, itu berujung pada perang Puputan Margarana.

 

AWESOME MOMENT OF TOTAL MANLINESS

Pada bagian-bagian akhir dari game ini, ada misi yg dimulai dengan melompat keluar pesawat udara (di udara) untuk medarat pada atap pesawat udara lainnya. Gue sendiri ngga inget apa sebenarnya tujuan misi ini (karena, lagi-lagi, “cerita” sama sekali tidak berpengaruh), tapi gue ingat persis gimana itu berlanjut; masuk ke pesawat kedua, ngebunuh semua isinya, lalu secara tak sengaja meledakan kokpit. Seperti kita ketahui, satu pesawat tanpa kokpit tuh berfungsi sama baiknya dengan satu penis tanpa pompaan aliran darah: satu-satunya konsep arah yg itu pahami adalah “ke bawah”. Maka, protagonis kita harus menyelamatkan diri dengan cara paling logis yg diketahui manusia, yakni, apa? Mengambil parasut??? BLAH! Kalian tuh pikir die tuh apa? Atlet senam irama?? Pilihan apa itu? Jawaban yg benar adalah terjun bebas di dalam sebuah tank.

SR-3

Gue emang ngga bisa bahasa Rusia, tapi gue yakin mission-objective itu artinya “BE A TOTAL BADASS!!”

Tentunya, ini tidak serta-merta berakhir di situ, sepanjang perjalanan jatuh ke tanah, kita akan terlibat dalam Mahabharata aerial artileri berat melawan tank-tank jatuh lain, pesawat tempur, juga pasukan parasut yg –entah kenapa- merasa bisa mengalahkan sebuah tank dengan menggunakan senapan mesin, tapi, mungkin itu bisa menjadi parameter ukuran ke-manliness-an game ini, dimana bahkan AI ekspendabelnya pun cukup manly untuk (mencoba) melawan tank di udara hanya dengan menggunakan senapan mesin. LALU, pada pertengahan pertempuran yg pasti keliatan kaya visualisasi Windows Media Player jika dipandang dari permukaan tanah tersebut, tank kita akan terbakar, meninggalkan protagonis kita tanpa opsi apapun selain melompat keluar dari tank tersebut untuk masuk ke tank lain! Baru pertempuran berlanjut sampai jagoan kita mendarat (dalam tank) sambil secara ngga sengaja memulai sebuah zombie-apokalips. Serius, sekuen ini sedemikian sinting, 9 dari 10 psikiatris mendiagnosanya sebagai “kisah origin super-villain”.

 

 

#3

doubledragoncover

Developer: Technos Japan

Publisher: Tradewest

Release Year: 1988

 

THE MANLY PLOT

Semuanya terangkum dalam gambar di bawah ini:

 photo DD-5_zpsba25pbqx.gif

Inilah kenapa gue suka game old-school, gituan bisa merangkum semua yg dibutuhkan pemain untuk mengerti secara singkat dan efektif. Cukup dari .gif itu saja kita sudah tau semuanya tanpa ambigu. Seseorang mukul pacar lo lalu membawanya pergi, maka lo harus menghajar die beserta seluruh anggota geng-nya dengan menggunakan Karate untuk mendapatkan doi kembali. Beres. Definisi manliness tidak bisa dijabarkan dengan sedemikian tepat secara lebih sederhana dari satu kalimat itu kecuali wanita menemukan cara untuk mentransfusi alkohol ke tubuh pria melalui vagina mereka.

 

THE MANLY GAMEPLAY

Kita bermain sebagai salah satu dari Lee bersaudara (versi Nintendo tidak menyediakan fitur 2 player di game ini), karena “Lee” adalah nama belakang paling identik dengan hal-hal jantan nan manly yg berhubungan dengan “seni beladiri Asia”. Seperti kita ketahui, Karate merupakan sebuah ilmu kontak fisik yg menggunakan kedua tangan dan kaki untuk melukai lawan, ini berujung pada kombinasi mematikan dari variasi tendangan serta pukulan yg menghapus semua harapan survival dari wajah oponen. Orang Okinawa mengembangkannya sebagai sebuah teknik untuk membersihkan make-up di wajah Syahrini.

DD-2

Pada dekade 80-an, lelaki harus berduel sampai mati untuk menentukan siapa yg layak menggunakan gaya rambut pompadour

Nah, adalah disiplin ilmu tersebut yg kita gunakan melalui control sederhana untuk menghabisi semua gang-banger yg menghalangi kita dari menemukan kembali sang cinta sejati. A = mukul, B = nendang, A+B = loncat/jumping SUPERKICK. Game ini sangat manly hingga semua tombol dan aksi yg tersedia merupakan sebuah bentuk serangan. Anehnya, ada lambang-lambang hati non-manly di ujung bawah layar, yg gue asumsiin merepresentasikan sebanyak apa banci-banci yg kita pukulin sepanjang jalan. Semakin banyak hati, semakin banyak pula gerakan kung fu/karate/taekwondo/stereotipAsia yg bisa kita lakukan, dan Double Dragon menyediakan beraneka ragam jenis aksi face-punching; uppercut, tendangan berputar, headbutt, ataupun serangan sikut nan luar biasa powerful tanpa alasan logis, namun, serangan favorit gue tentulah combo dimana Lee bersaudara membuat lawan melakukan felattio paksa ke tempurung lututnya.

 photo DD-6_zpsocl7fbac.gif

Gambar ini 10 kali lebih manly jika dilihat sambil mendengarkan entrance-theme Daniel Bryan

Segalanya dalam game ini mengeluarkan aroma manly ala kamar mandi kosan khusus mahasiswa di Sekeloa. Jika dalam situasi apapun pemain tidak mengambil kesempatan untuk nampak, menjadi, atau melakukan sesuatu yg bersifat manly, game ini akan menghukumnya untuk dosa besar tersebut. Exempli gratia; dalam dunia Double Dragon, pemain tidak diijinkan untuk sekedar melangkah turun dari platform tinggi ke yg lebih rendah. Mekanisme game ini akan memandang perbuatan semacam itu sebagai penyia-nyiaan kesempatan untuk membuat diri nampak awesome, dan kita akan dibuat nampak seperti idiot jika melakukan kesalahan fatal tersebut.

 photo DD-3_zpsrerlkczn.gif

PUSSY!

Sebaliknya, jika pemain mempraktekan filosofi carpe diem layaknya seorang pimp Karate semestinya bertindak, barulah game ini menilai kita cukup worthy untuk lanjut mencoba menamatkannya.

 photo DD-4_zpshb3vzhcp.gif

MANLY!

 

AWESOME MOMENT OF TOTAL MANLINESS

 Dalam game ini, ada karakter musuh bernama Abobo, nah, pertama kali seseorang berhadapan dengan Abobo umumnya terjadi simultan dengan pertama kali dia belajar mengganti diam-diam celananya di kamar mandi. Itu karena Abobo keliatan seperti orang yg disewa dewa-dewa Yunani kuno untuk menjaga labirinnya. Toh, game ini tuh game manly, maka pemain harus berhadapan dengan sejumlah variasi dari Abobo, dan yg paling mendebarkan dari semuanya pasti adalah ketika dua Abobo muncul menembus tembok untuk dihadapi sekaligus. Satu Abobo tuh sudah dua karung semen lebih berat dari kedua Lee bersaudara digabungin, berusaha merubuhkan dua sekaligus pake tendangan tuh sama aja dengan secara sukarela membuang semua hasil pencegahan suntikan vaksin polio dari kedua kaki.

DD-7

Tengkorak kepala sebesar itu hanya bisa diukur dengan satu-satunya alat yg dikenal ilmu pengetahuan untuk bisa menghitung ukuran lingkar pinggang Ivan Gunawan

Tentunya, semua beat-em-up 80-an dibuat berdasarkan prinsip matematika. Selalu ada formula untuk menaklukan segala yg nampak mustahil ditaklukan dalam level game-design klasik. Untuk mengalahkan dua Abobo, pemain harus menyudutkan dirinya ke ujung layar, lalu melakukan aksi SUPERKICK PARTY!! ala isi double DVD set highlight karier The Young Bucks. Abobo mungkin menakutkan dan tangguh, tapi semakin banyak kita melakukan aksi lompatan manly yg berujung dengan footnado level F5 di mukanya, semakin dalam pula kontemplasinya untuk merevaluasi hidupnya. Dan ketika telapak kaki kita mendarat untuk ke-7500 kalinya dengan impact yg cukup keras untuk terdengar seperti suara Brendan Fraser ketika menertawakan lelucon, kedua Abobo kita akan berhenti melawan serta sibuk menggunakan sel-sel otak terakhir mereka yg belum berubah menjadi telur orak-arik untuk berusaha menulis surat warisan.

DD-8

Adegan ini mengandung lebih banyak adrenaline-rush dari kali pertama kalian berhubungan seks melalui anal

 

 

#2

Doom-2016-Xbox-One-Cover-Art

Developer: id Software

Publisher: Bethesda

Release Year: 2016

 

THE MANLY PLOT

Kamu ada di Mars. Ada setan dimana-mana. Setan-setan tersebut harus mati. TITIK!

…dan itu cerita yg sangat indah. Game-game shooter modern memiliki tendensi feminim untuk menyampaikan “cerita” lewat lusinan jam cutscene annoying yg, sejujurnya, tidak pernah ditonton siapa-siapa. Doom versi 2016, yg diberi judul “Doom” karena manly-demon-slayer tidak perlu menghitung lebih dari tiga ini meresureksi manliness nan lama terkubur di genre shooter dengan membuang “cerita” demi memberi ruang ekstra untuk senjata gigantis dan kekerasan maksimal. Pada awal game ini, protagonis bisu kita (Sang ‘Doom Guy’ nan legendaris) membuang alat elektronik yg menawarkan bentuk tunggal “eksposisi” supaya dia bisa seorang diri membabat angka populasi planet Mars hingga -25 dalam tingkat ketenangan Zen, karena “cerita” semua video-game terbaik adalah “WHO CARES?” sementara pemain menghantam tombol murder-murder-murder + kill-kill-kill dengan brutal sebanyak 500 kali per 5 detik kaya tombol tersebut baru aja ngirim foto alat kelamin ke inbox istrinya.

Doom-2

Gue emang belum pernah menerima kiriman dick-pic, tapi gue asumsiin itu nampak kurang-lebih seperti ini

 

THE MANLY GAMEPLAY

Doom 2016 merupakan game yg mengijinkan pemainnya membunuh iblis kaya die tuh satu ayat dalam kitab suci, dan dalam tiga hari maininnya, gue udah membunuh sedemikian banyak iblis sampai-sampai para sipir neraka sekarang bikin acara uji nyali dengan menginap di kosan gue. Sejati kepada identitasnya sebagai old-school shooter tulen, game ini tidak meminta pemain menggunakan pemikiran manapun selain bagian paling mendasar dari otak reptilnya: kalian diberi sejumlah variasi senjata menakutkan, lalu sejumlah variasi musuh menakutkan. Silakan tarik sendiri garis merah untuk menghubungkan keduanya, kalo bisa dengan menggunakan lingkaran kecil di layar yg mengikuti kemana moncong senjata kalian bergerak. Doom merupakan game 1991 dengan kecanggihan grafis 2016. Sederhana, kebut, serta sangat brutal dalam praktek demonocide-nya hingga kaum fundamentalis ekstrim relijius memasukan itu dalam kategori karya fan-fiction.

Doom-4

Gue suka ironi dari gimana Doom Guy membasmi satanisme dengan menumpahkan lebih banyak darah dari dua lusin ritual satanisme

Berhubung Doom merupakan sebuah game yg 100% BEBAS LEMAK. Metoda pergerakan tunggal pemain di sini adalah sprinting, ini membuat Doom Guy bergerak dari sebuah aksi mindless-violence satu ke lainnya secara lebih cepat dari mobil dinas pejabat waktu melintasi area kaum miskin kota. Tembak satu Cacodemon, lalu pecahin bola matanya pake kepalan tangan. NEXT. Tembak satu Imp, lalu injak kepalanya sampe hancur. NEXT. Tembak satu Hell Knight, lalu pelintir lehernya sampe patah. NEXT. Et cetera, et cetera. Prinsip dasar tersebut secara keseluruhan menambah efisiensi bagi penamatan misi tunggal kita pada game ini, yaitu merubah setiap jengkal permukaan Mars jadi kuburan lebih massal bagi arwah setan penasaran daripada halaman rumah keluarga Freeling di Poltergeist.

Doom-1

Side-mission game ini adalah “membuat pabrik saos tomat terbesar di galaksi Bima Sakti”

Doom Guy juga tidak mengenal mekanisme “cover-system” ataupun konsep “reloading”, karena seseorang tidak kabur dari penjara Mars sambil membawa senjata-senjata yg nampak 90% lebih phallic dari penis asli cuman buat melakukan pekerjaan seorang manajer gudang. Doom tuh MANLY SHOOTER tulen dimana opsi strategi menyerang pemain secara spesifik terbatas pada “berlari ke depan”. itu mungkin terdengar seperti manuver dengan kans perlindungan terburuk setelah wanita dengan 16 suntikan silikon berusaha menutup payudaranya di pantai pake atasan bikini size S, namun, Doom Guy tuh sangatlah manly, die sama sekali ngga butuh perlindungan saat menghadapi satu planet penuh iblis. “Perlindungan” adalah apa yg ada dalam kepala girlie-men waktu mereka membeli shampo anti rontok di lorong produk-produk paling feminim dalam sebuah supermarket. Doom Guy ngga punya waktu buat gituan, die terlalu sibuk mengorkestrasi simfoni kematian dan penderitaan sementara berpindah dari koridor-ke-arena-ke-koridor-ke-arena-ke-koridor-ke-arena tanpa henti kaya die adalah personel Def Leppard di tur dunia Let’s Get Rock.

Doom-5

“Houston, I have a problem. Saya melihat warna-warna yg BUKAN merah darah”

 

AWESOME MOMENT OF TOTAL MANLINESS

Dua kata: “glory kill”.

Glory kill merupakan mekanisme yg khusus dirancang id Software dalam Doom untuk:

1. Membuat pemain nampak luar biasa badass,

dan…

2. Mengenalkan iblis pada konsep “berdoa”

Aplikasinya sendiri sangatlah sederhana; seorang pemain akan melumpuhkan lawan menggunakan salah satu senjatanya, lalu, ketika iblis malang itu tersungkur tak berdaya memikirkan aksi seksual amoral apa yg membuatnya layak menerima karma senaas ini, pemain akan memilih organ mana yg akan mereka gunakan untuk mengirimnya kembali ke neraka dalam bentuk fetus yg keluar dari rahim penyakit diare jika itu melakukan aborsi.

 photo Doom-3_zpssrjovcq9.gif

KFC menggunakan game ini sebagai video pelatihan bagi operator mesin potong pabrik penjagalannya

Pada dasarnya, glory kill adalah apa yg dilakukan ahli bedah mabuk waktu die menggunakan tubuh dan skill mutilasi untuk membuat karya kubisme. Secara visual, praktiknya cukup brutal untuk disimpan Lucifer di laptop dalam folder “tortured-porn”. Doom Guy menggunakan kekerasan eksplisit guna menata ulang anatomi iblis dengan tingkat empati seorang balita menata ulang jam tidur orangtuanya. Gue tadinya mau menyebut itu “tak manusiawi” tapi tidak ada lagi yg bisa disebut “manusiawi” pada titik ini. Itu lebih keliatan kaya sebuah traktor menggilas kantung tidur berisi CD The Cranberries.

 photo Doom-6_zpse0vynmbz.gif

Glory kill merupakan strategi antisipasi zombie apokalips terjitu setelah kremasi

 

 

#1
2363708-snes_contraiiithealienwars

Developer: Konami

Publisher: Konami

Release Year: 1992

 

THE MANLY PLOT

Bill “Mad Dog” Rizer dan Lance “Scorpion” Bean adalah dua serdadu kesatuan elite komando militer yg memiliki nama menggelikan namun abs menakjubkan. Duet manly nan jantan yg dulu bertanggungjawab untuk penghancuran total invasi pimpinan Red Falcon – seorang alien misterius  yg secara misterius menamakan dirinya dengan spesies yg hanya ditemukan di bumi – dalam sebuah hutan belantara di Amerika Selatan pada edisi OG dari Contra. Maka, ketika mendengar sejumlah besar pasukan alien tengah dalam perjalanan menuju tempat tinggalnya, mereka sontak memberikan satu-satunya bentuk respon yg mereka tau:

Contra-5

Pangkas rambut Akedemi Militer mengenal potongan rambut mereka dengan sebutan “haircut #2”

 

THE MANLY GAMEPLAY

Contra III lahir pada masa dimana menamatkan video-game bukanlah sesuatu yg dijamin terjadi ketika seseorang  membeli sebuah game. Lo butuh dedikasi, determinasi, banyak waktu luang, serta sepasang ibu jari dengan ketebalan rompi anti peluru petugas patroli malam Somalia untuk bisa melihat ending satu game tuh seperti apa. Bagian-bagian awal dari game ini bukanlah level tutorial, itu game beneran. Jika seseorang tidak bisa menemukan sendiri tombol mana yg harus dipencet buat menembak musuh dalam tiga detik pertama, die bakal mati. Jika die bisa menemukan tombol nembak dalam tiga detik namun kurang tangkas untuk mengelak dari tembakan musuh dalam tiga detik berikutnya, die tetep bakal mati. Seperti kedua pendahulunya, disini lawan hanya membutuhkan satu peluru untuk menghabisi pemain, sebuah fitur super-manly yg game-game modern tidak lagi cukup jantan untuk aplikasikan dalam gameplay mereka.

 photo tumblr_m39biqq4Sg1qfa1jdo1_500_zpsbf8gfjyo.gif

Dulu, kita harus melawan boss yg besarnya memakan 1/4 ukuran layar

Contra III mengandung lebih banyak hormon testosterone daripada pesta orgy Klub Brewok Homoseksual. Hal pertama yg antagonis kita lakuin di pembukaan level pertama adalah MELEDAKAN MOBIL, setelah itu, selama praktis sepanjang game ini mereka akan selalu memegang sambil menembakan dua senapan sekaligus. Bagi kalian yg kurang memahami senjata api, harap diketahui bahwa menembakan satu senjata api dalam keadaan berdiri pun sudah lebih merepotkan kedua tangan daripada berusaha masturbasiin cewe Instagram sambil nahan pintu WC yg kuncinya rusak. Namun, kekokohan otot-otot maskulin tubuh Bill dan Lance memungkinkan mereka untuk lari, lompat, memanjat, serta bergelantungan sambil tetap memberondongkan amunisi senapan besar mereka secara non-stop kepada lawan. Terakhir kalinya atletisme dan kejantanan tampil bareng dengan semenakjubkan itu adalah ketika seorang pegulat pra-sejarah men-KO seekor T-Rex dengan triple German suplex.

Contra-1

Olahraga gabungan panjat tebing dengan berburu mecha-pterodactyl-raksasa ini disebut “extreme Contraing”

Untuk lebih mengukuhkan ke-manliness-annya, Contra III juga dilengkapi dengan apa yg hanya bisa dideskripsikan sebagai “display vulgar 100% bravado sejati”. Jika kita tekan kedua tombol di bahu controller secara bersamaan, antagonis pilihan kita akan menghadap layar, membentangkan kedua bahu (sambil tetap menggenggam dua senapan), serta menunjukan selangkangannya dalam sebuah POSE MACHO action-hero VHS klasik. Harap dipertimbangkan bahwa dalam game ini praktis 75% dari hal yg ada di layar eksis disitu buat membunuh kita. Sepajang memainkan ini, praktis tidak ada satu detik yg lewat tanpa tiga benda mematikan dalam berbagai variasi ukuran melesat melintas layar dengan tujuan memukul kita kembali ke layar start menu, toh, game ini memberi opsi bagi pemain untuk membuka pertahanan sambil berpose, menantang ajal serta berusaha menangkisnya tanpa apapun selain ke-awesome-an manhood protagonisnya. Aksi ini sedemikian manly, bulu dada pemain akan secara alami tumbuh dua cm tiap kali die ngelakuinnya.

Contra-2

Pose ini sangat manly, bahkan rantai bola api raksasa pun tidak punya cukup nyali untuk mengganggunya

 

AWESOME MOMENT OF TOTAL MANLINESS

Namun, semua yg disebut diatas nampak kaya resital balet drama Valentine sekolah tata boga jika dibandingkan dengan level terjantan game ini (yg notabene berarti level terjantan dalam sejarah video-game); yakni ketika jagoan-jagoan kita berusaha menembak jatuh sebuah benda terbang alien raksasa dengan menggunakan senapan dan sepasang biji zakar yg terbuat dari bola mata Odin, sambil bergelantungan di bawah rudal yg melesat di udara! Sekarang silakan diam sejenak dan coba bayangkan apa yg baru saja gue deskripsiin ke kalian, serta hitung berapa banyak wanita menopause yg mengalami kehamilan setelah membaca kalimat tersebut.

Contra-4

Ini adalah bagaimana orgasme ibu kalian terlihat

Tentunya, di dunia Contra, sekedar bergelantungan di bawah hulu ledak senjata pemusnah massal aja tu tidaklah cukup jantan untuk bisa disebut “manly”. Maka, jagoan-jagoan kita ini harus berpindah dari satu rudal ke rudal lain sebelum itu hancur menabrak ranjau-ranjau udara yg bertebaran, semuanya dengan semata-mata memanfaatkan kekuatan bisep sebelah tangan. Karena jari telunjuk tangan sebelah lagi harus tetap berada di pelatuk senapan dalam situasi apapun guna menyelesaikan misi ini.

Mari kita data hal-hal manly yg ada dalam pertempuran ini:

      • Rudal
      • Ledakan
      • Bergelantungan di bawah senjata pemusnah massal di tengah-tengah tebaran ranjau
      • Bandana
      • Pull-up satu tangan
      • Senapan mesin
      • Force field
      • Benda terbang alien raksasa
      • Ribuan dan ribuan serta ribuan lagi kematian dari mereka yg berani memainkan misi ini
      • Ledakan
      • Ledakan
      • Lebih banyak lagi ledakan
      • Ini terjadi dalam Contra III

Apa setelah semua itu masih ada yg harus gue tambahin? Kayanya udah jelas banget di sini, Contra III: The Alien Wars adalah game manly paling jantan dalam sejarah panjang manliness.

Bar none.

 

 

 

Advertisements

4 thoughts on “5 MANLIEST VIDEO-GAMES THAT DEFINE TOTAL MANLINESS

  1. asikkk ada DOOM :D:D (walaupun final boss-nya agak keliatan lebih lemah dari stage boss sebelumnya)

    btw kenapa gak ada Just Cause?

    Like

  2. Whaaaa jd inget jaman maen Contra dulu..
    Kl dipikir2 skrg nembakin monster kura2 alien raksasa (yg lg nyangkut di gedung) yg ukurannya 100x jagoan kita pake senapan yg ngluarin peluru rudal jauh lebih manly dr pd ngebunuhin warga tak berdosa di GTA V ya.. kasihan generasi sekarang kadar kemanlyan nya tidak setinggi jaman dulu.. 😦

    Like

Spit it Out

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s