His Hero is Demon

Making Horror A Cheesy Catchphrase Since…Just Now

5 MOST INEFFECTIVELY DRESSED WOMEN IN VIDEO-GAMES

5 Comments

 “I like big butts ‘n’ I cannot die”– Sir Mix A Lot on cheat code

Cewe berpakaian seksi & video-game merupakan dua hal favorit gue, tapi dua hal belum tentu bisa cocok cuman karena keduanya kebetulan awesome. Gue juga suka sambel & alat kelamin gue, tapi jelas ngga punya niat buat nyampurin itu jadi satu, bahkan meski hasil anatomisnya masih lebih baik dari combo cewe berpakaian seksi ama video-game, karena seengganya bikin penis gue kerasa kaya kawah neraka tuh ngga akan berakhir dengan gue mati secara tragis di muka umum.

Industri video-game maksa cewe-cewe berdandan seseksi mungkin terus ngelempar mereka ke marabahaya lebih parah dari pasar gelap human-trafficking. Kalian bisa nemuin lebih sedikit wanita kekurangan pakaian di atas perahu pengungsi negara dunia ketiga daripada dalam packaging rilisan AAA di 20 taun terakhir. Wanita-wanita artifisial ini dirancang sepenuhnya untuk menghabiskan eksistensi mereka sebagai fisiologi fantasi sempurna pemuas pria, kita mungkin harus ngerubah nama pembuatnya dari “industri gaming” jadi “Playboy mansion”.

Dan meskipun gue adalah pendukung fanatik dari hak wanita untuk memakai pakaian apapun yg ingin mereka pake (selama ngga masalah dipandangin jika enak diliat), mayoritas karakter cewe video-game punya kebiasaan aneh untuk berpakaian super seksi padahal ada dalam situasi/mengambil profesi dimana berpakaian super seksi tuh jelas merupakan opsi terburuk.

Berikut ini adalah lima contoh yg paling absurd…

 

#5

MAI SHIRANUI

(Fatal Fury & King of Fighters)

Game fighting merupakan satu-satunya yg bisa ngimbangin kemampuan beranak-pinak gerai Indomaret & sekuel film horror. Mai Shiranui adalah ikon utama dari dua frachise game fighting, jadi dipastiin doi punya backstory penguasaan mumpuni sejenis disiplin ilmu bela diri tertentu. Secara resmi, SNK menyebut doi sebagai master dari sebuah variasi bentuk Ninjitsu, lebih spesifiknya; sebuah variasi bentuk Ninjitsu yg mengharuskan partisipannya bertarung dalam kostum pemeran wanita Baywatch.

Inilah hasilnya kalo seseorang belajar silat di dojo Pamela Anderson

Tentunya, game fighting tuh selalu diisi oleh lebih banyak wanita berpakaian dalam daripada kamar ganti regu renang estafet putri Olimpiade. Semua tau kalo hukum Ampere video-game adalah tendangan yg dilakuin oleh kaki dengan betis mulus terekspos akan selalu menghasilkan 100 poin daya EXTRA DAMAGE!! kepada lawan. Cuman anehnya di sini, Mai, sebenernya ngga perlu keliatan kaya biang STD di warung remang-remang. Doi punya kurang-lebih 8 meter kain ekstra ngegantung di belakang pantatnya. Itu cukup bahan fabrik untuk nutupin seluruh tubuhnya, tapi doi malah makenya jadi dildo pendulum yg bakal secara otomatis nge-spank pantatnya tiap kali bergerak.

Signature-move doi adalah “menekuk lutut sambil naro benda keras panjang di bibir”, yg juga merupakan spoiler semua film Asia Carrera

 

 

#4

QUIET

(Metal Gear Solid 5: The Phantom Pain)

Metal Gear Solid V mengambil settingnya di taun 1984, sebuah era dimana cowo-cowo anggota band glam rock ngelilitin lebih banyak kain di kepala, pinggang serta tiang mic mereka daripada yg dipake Quiet di seluruh tubuhnya. Ada alasannya kenapa stripper dibayar untuk ngelepas pakaian mereka & tentara modern dibayar buat make lebih banyak perlindungan dari seorang atlet American Football pengidap mysofobia. Salah satu profesi yg disebutin tadi melibatkan diliurin dari jarak tertentu oleh sejumlah pria yg bisa sewaktu-waktu diusir bouncer, sementara yg satu lagi melibatkan diincar dari jarak jauh oleh benda kecil bernama “peluru” yg ngga bisa dihentikan pake surat restriction order.

Sementara cutscene ini sebenernya bisa dihentikan dengan ilmu gaib bernama “basic human decency”

Quiet adalah seorang female assassin, penembak jitu dalam franchise game yg udah jadi legenda dalam genre stealh, tiga deskripsi yg mana jalan-jalan di tempat umum sambil keliatan kaya doi baru keluar dari website Suicide Girls nampak sangat kontra-produktif dengan profesinya. Alasan untuk hal ini? Menurut sang kreator; Hideo Kojima, Quiet dulunya nyaris kebakar idup-idup. Doi hanya terselamatkan karena ada parasit yg memfotosintesiskan diri di tubuh & bernapas melalui kulitnya, karena itu doi harus nyaris bugil sepanjang waktu kalo ngga mau mati keabisan napas. Oiye, doi juga ngga boleh mengucapkan sepatah katapun dalam bahasa Inggris, karena itu akan membangkitkan dewa iblis-iblis jahat Sumeria kuno untuk menghancurkan semua kehidupan di dunia, sebuah kondisi unik yg selama ini kita kenal diderita oleh Bjork.

“Yuuuuu faaaawww en nyoooove, ZING BOOM! Thi skwuupp awwoove, ZING BOOM! Iz cuyiiing en, WOW BAM!”

Namun, sebelum kita ngasih aplus bagi langkah revolusioner industri gaming untuk ngasih eksplanasi ilmiah bagi kebugilan karakter wanitanya ini, mari kita telaah fakta bahwa kita bisa makein Quiet baju. Hanya saja itu terjadi di belakang & ngabisin sumber daya kita. Sumber daya yg juga penting untuk hal-hal lain, kaya seakan-akan game ini mempersulit kita buat jadi manusia nan manusiawi segimana layaknya seorang manusia. Bikin gue curiga kalo semua penjelasan tadi cuman pembenaran buat keberadaaan seorang cewe seksi yg selalu nyaris bugil & ngga bisa ngomong balik, bikin Quiet jadi kemajuan prototip teknologi termutakhir seri robot Stepford Wives.

Yg merupakan penjelasan ilmiah dari kenapa doi korslet kena air hujan

 

 

#3

AYA

(OneeChanbara)

OneeChanbara: Bikini Samurai Squad merupakan sebuah judul bagus nan fantastis, sayangnye itu juga satu-satunya ide bagus yg pernah keluar dari orang-orang yg bikin OneeChanbara: Bikini Samurai Squad. Game ini adalah permainan seputar cewe-cewe berbusana minim berantem lawan mayat-mayat idup, yg seharusnya brilian, tapi sayangnya para progammernya cuman punya kemampuan buat nge-animasiin yg disebutin belakangan.

Seperti terlihat dari tatapan-mati-lembah-silikon protagonis utamanya ini

Aya tuh pemimpin Bikini Samurai Squad & idenya dari bertahan hidup dalam zombie-apokalips adalah dengan mengekspos sebanyak mungkin kulit telanjang sementara mengganggu segerombolan karnivora dari jarak dekat. Itu bukan metode bela diri, itu gimana caranya petugas kandang ngasih makanan ke hewan buas di kebun binatang. Topi koboi ama stripper-boots ngga punya efek apapun ke hal undead, kecuali kalo hal “undead” yg dimaksud tuh genital seorang pria hidung belang berusia 82 taun. Diameter karet kondom terkecil pun masih nawarin lebih banyak proteksi dari daging mentah daripada keseluruhan pakaian doi. Satu-satunya bentuk pertahanan lebih lemah yg eksis adalah kalo orang make nama doi buat jadi password email mereka.

Terakhir kali seorang wanita harus bertarung dengan makhluk mindless sebanyak itu adalah waktu seorang cosplayer Harley Quinn berusaha keluar dari Comic-Con

 

 

#2

IVY VALENTINE

(Soul Calibur)

Ivy Valentine punya interes lebih minim pada pakaian daripada pithecanthropus erectus yg berhabitat di planet Mars. Doi tampil di 5 judul game tentang orang-orang saling bacok dalam pertarungan pedang intens meski badannya keliatan kaya itu terbuat dari 80% balon udara yg bakalan meletus kalo ngga sengaja kena ujung pulpen bulu. Keseluruhan fisiknya merupakan bentuk anti-sains yg lebih eksplisit dari inkuisisi relijius, karena ngga ada hukum atau teori fisika maupun matematis yg bisa ngebuktiin keberadaan bahan tipis yg sanggup menanggung tekanan beban volume massa lebih berat daripada pusat matahari.

Masukin anatomi sebesar itu ke dalem bahan sekecil itu tuh sama mustahilnya dengan masukin lima pegulat sumo ke dalem satu VW kodok

Disamping pergi bertempur dalam baju zirah yg 80% darinya adalah target sansak latihan buat orang buta, Ivy juga dipersenjatai pake pedang dengan kemungkinan menghasilkan self-inflicted wounds lebih gede dari ninggalin seorang anak emo sendirian ditemenin CD My Chemical Romance. Doi bener-bener contoh sempurna dari filosofi life imitates art film-film sci-fi klasik, dimana sejumlah orang cerdas make teknologi ter-advans untuk nyiptain wanita artifisial & itu selalu berakhir dengan tragedi serta kematian. Berapa banyak tenaga juga sumber daya coba yg harus diabisin para developer buat ngebawa tokoh ini ke layar monitor kita? Toh semuanya cuman bikin doi punya kemungkinan survival ala seorang aktor kulit hitam di film slasher.

Skenario terbaik dari satu pertarungan Ivy Valentine

 

 

#1

SHAHDEE

(Prince of Persia: Warrior Within)

Karena Prince of Persia: The Sands of Time berhasil menuai kesuksesan kritikal juga komersial untuk warnanya yg ringan & ceria, maka, secara alamiah, para developer mutusin buat bikin sekuelnya; Warrior Within, jadi sebuah reboot nan serius, gelap & gritty (Thanks Hollywood!). Jadi mereka masukin lebih banyak darah berceceran, lebih banyak karakter dengan mood melankolis, serta lebih banyak wanita dalam pakaian yg bahannya cuman cukup buat ngebungkus kans PSSI untuk masuk putaran final Piala Dunia. Salah satu wanita tersebut adalah Shahdee, ksatria antagonis/dewa kematian utama andalan Kaileena, sang Empress of Time. Karakter yg pengen ditunjukin di sini adalah bahwa Shahdee tuh cewe badass. Para desainer game ini denger tiga huruf terakhir dari kata tersebut, bilang “oh, ok. Got it!”, lalu ngabisin ratusan jam buat nge-animasiin adegan pengenalan ini:

Thong itu harus di-brasso tiap 2 minggu sekali

Ok, mari kita lurusin satu hal dulu, gue sama sekali ngga punya masalah dengan shot pantat gratuitous. Hasil dari secara konstan ngedengerin Sir Mix-A-Lot sepanjang masa pertumbuhan adalah menerima wahyu bahwa pantat wanita merupakan anugerah terindah dewata yg harus dipuja dengan segala bentuk cara nan memungkinkan. Kalo bisa pada altar batu di atas meja tempat nyembelehin anak bayi. Butt-shot di atas tuh 100% OKE, problemnya adalah:

  1. Doi mengenakan thong besi, sesuatu yg bakal kerasa ngga nyaman buat semua wanita yg ngga mengidap vagina dentata.
  1. Kenapa doi harus milih pake busana kaya gitu pas pergi perang di tengah-tengah hujan badai? Lo ngga liat tentara sekutu rame-rame menyerbu pantai Normandia pake kolor renang Speedo.

…dan jika kalian, para pembaca budiman, punya pertanyaan “apa kostum itu keliatan sama menggelikannya jika diliat dari depan?” jawabannya tentu adalah “iya, pasti”.

Proteksi tunggal doi adalah gaya rambutnya nan ampuh menangkal selera musik bagus

Dalam pertarungan adu pedang, akan jauh lebih sulit bagi lawan untuk memukul doi di salah satu bagian yg ada baju zirahnya. Jika kita tusuk salah satu baja penutup payudaranya pake tombak, ujungnya bakalan ngegelincir langsung ke jantung doi. Shahdee nunjukin lebih banyak kulit pada satu tempat terkonsentrasi daripada acara gathering massal gimp BDSM. 300 serdadu Sparta yg berdiri ngalangin ribuan pasukan Persia pun masih punya logika survival lebih baik, karena seengganya mereka megang perisai raksasa & ngga ngekspos genitalnya pada elemen-elemen korosi. Waktu seseorang masang lebih banyak besi pemberat pada organ-organ yg dia pake buat menyerang daripada yg rentan untuk diserang, itu ngga masuk kualifikasi sebagai strategi pertempuran pintar, itu gimana pihak berwajib mastiin narapidana ngga bisa kabur waktu transfer penjara.

Sulit buat percaya seorang ksatria bisa bertahan hidup dalam duel benda tajam selama lebih dari 8 detik jika dia pake kostum yg bahkan ngga bisa melindunginya dari influenza

 

 

Advertisements

5 thoughts on “5 MOST INEFFECTIVELY DRESSED WOMEN IN VIDEO-GAMES

  1. Sori, boss, koreksi dikit buat poin ke-3, nih. Gambar pertama dan ketiga yang dipake itu Kagura, bukan Aya. Aya dan Kagura dua karakter dan dari klan yang berbeda.

    Like

    • Thanks, sungguh observasi yg tajam. Gue ngga akan ngegantinya tapi, karena mereka praktis kaga ada bedanya satu sama lain. Malah, kenyataan bahwa Anda bisa ngenalinnya dengan sempurna bikin situ jadi ada diantara dua kemungkinan:

      1. Punya vagina, atau…
      2. Seorang lelaki yg sangat creepy.

      Like

      • Ha ha ha. Soalnya Kagura emang protagonis Onechanbara Z, boss. Game berikutnya; Onechanbara Z2 Chaos, baru Kagura dan Aya jadi satu tim — macem Michael Dudikoff diketemuin David Bradley di American Ninja 4: The Annihilation. Ngebedainnya ya paling gampang dari rambutnya aja, boss. Karakteristiknya juga beda, kok. Tapi gue yakin ente kagak peduli yang soal karakter di luar dua benjolan di dada mereka.

        Like

  2. Keren lo Bem, gambarnya boleh dipake coli gak? Hihi.

    Like

Spit it Out

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s